Minggu, 29 April 2018


Pengingat
Aku teringat kata kata dari istiqlal bahwa hidup itu seperti cerita dalam fiksi , kita yang harus memilih mau jadi pemeran utama pemeran pembantu atau hanya sekedar penonton saja , SAYA CUMA MAU CERITA SEDIKIT PENGALAMAN SAYA nama saya badrus zaman , menurut saya cari teman sejati itu agak susah dari puluhan teman saya  mungkin hanya ada  satu orang yang selalu bisa kita andalkan dan pada saat disekolah kita selalu bersamasama orang yang selalu bisa diajak tanpa mengeluh saat kita bilang “ kekamar mandi yuk “  catatan temen ku itu cwo bukan cwe hehe takut dikira aneh aneh ,oke lanjutt  tapi saya juga punya temen cwe kok dan cari temen cwe yang enak buat diajak ngobrol itu susahhh, karna dikelas saya banyak yang cinlok cinlokan maka dari itu saya gak mau ngajak ngobrol sam cwe yang udah punya pacar  takut dikira nikung hehe , walaupun sudah smk teman teman saya itu banyak yang belum dewasa, deket sama ini di gosipin didkit dikit gosip haduhh dan parahnya lagi yang suka nggosip itu adalah cwo hhh   saya itu paling gak suka sama orang yang kaya anak ayam  maksud anak ayam itu adalah orang yang kemena mana selalu bergerombol tanpa tujuan yang sama yang dipikirkan hanya numpang tenar saja , sebenernya apa sih yang perlu dibanggain toh kita hanya ikut orang yang bisa dibilang pentolan kelas atau teman paling anarkis mungkin bisa dibilang kita bakalan terbawa aura anarkisnya kali ya kalau kita ikut sama orang itu tapi buat apalah hal itu gakpapalah kiata dianggap cupu bodoh aneh dan halhal yang bikin telingga kita panas kalu menurut ku musuh yang paling berat itu bukan lah orang yang sering menghina kita tapi musuh yang harus kita lawan adalh diri kita sendiri karna bagi saya melawan rasa takut ,rasa marah dan rasa ragu ragu itu adalh hal yang paling sulit, memang kelihatannya sepele dan mungkin sering kali kita remehkan dan malah memikirkan kekurangan dalam diri sendiri emang kalau kita bahasm kekurangan dari a-z ada semua, kita gak usah memikirkan itu Yang perlu kita [pikirkan adalh sebagaimana kita bisa menutupi kekurangan tersebut dengan hal yang bermanfaat buat kita dan orang lain .... sebenernya saya tu orang yang paling munafik terhadap diri saya sendiri dari sd smp dan bahkan smk selalu berharap bisa kuliah dan dapat beasiswa tpi parahnya saya tu nggak melakukan hal hal yang dapat menuntun saya kearah hal tersebut nilai pun juga bisa dibilng selau pas pasan  saya selalu berharap bias berubah tapi saya tak melakukan sesuatau saya berdoa kepada allah agar saya bisa diberikan kesmpatan untuk kuliah dn kali ini saya akan belajar sungguh sungguh dan saya tidak akan pernah mempercayai siapapun yang  malah akan menghambat diri saya untuk maju pada hari ni rabu 23 maret 2016 dan tidak menghiraukan orang lain mau berkata apa yang penting kamu ingin sukses dan buktikan pada mereka bahwa kamu bisa, tulisan ini sya buat dikala say lalai dan dikala diri sanya hanyut dalam kesedihan yang mendalam  selalu ingat kamu ingin sukses maka belajarlah tak peduli apkah yang kau pelajari itu kau sukai atau tidak yang terpenting adlah BELJAR BELAJAR DAN BELAJAR.

Sabtu, 15 November 2014


                                      contoh teks eksposisi
Jangan Pilih Anggota DPR yang Malas dan Suka Bolos
Pemilu untuk memilih anggota dewan (legislatif) akan digelar pada 9 April 2014. Terkait dengan pemilu legislatif, seluruh elemen masyarakat diminta untuk berfikir bijak dan cerdas dalam memilih anggota dewan nanti. Masyarakat jangan lagi memilih anggota dewan pemalas yang maju kembali sebagai calon legislatif di Pemilu 2014. Hal ini penting sebagai hukuman buruknya kinerja anggota DPR periode 2009-2014.
Selasa pagi (18/2/2014) DPR RI menggelar Sidang Paripurna dengan agenda pengesahan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2014. Di antara 560 anggota dewan, tercatat hanya 278 anggota yang mengisi daftar hadir sampai Sidang Paripurna dibuka pada pukul 10.45 WIB. Sedangkan 282 anggota lainnya belum mengisi daftar hadir.
Tapi anehnya, meskipun anggota dewan yang hadir tidak kuorum, Sidang Paripurna tetap digelar. Padahal, batas kuorum kehadiran dalam Sidang Paripurna adalah setengah dari jumlah anggota ditambah satu orang atau 281.
Banyaknya kursi-kursi kosong dalam rapat paripurna DPR adalah pandangan yang lazim terjadi. Namun, rapat paripurna DPR kali ini bisa jadi yang terparah selama masa kerja DPR 2014-2019. Pasalnya, tingkat kehadiran anggota DPR merosot tajam, bahkan tak mampu mencukupi kuorum sebagai syarat dimulainya rapat.
Kurang disiplinnya anggota dewan dalam mengikuti rapat paripurna juga dikeluhkan oleh pimpinan DPR. Terlebih jelang Pemilu 2014, sebagian besar anggota dewan justru jarang hadir di DPR. Mereka lebih asyik di daerah pemilihannya masing-masing untuk mengamankan suaranya dalam pemilu 9 April nanti.
Segala cara sudah dilakukan pimpinan DPR untuk menertibkan anggota dewan yang tidak disiplin menjalankan tugasnya sebagai legislator. Salah satunya adalah dengan menggunakan finger print scanner. Namun ternyata, alat ini juga tidak efektif untuk mencegah kemalasan anggota dewan untuk menghadiri rapat paripurna.
Malasnya anggota dewan ikut rapat paripurna ini bukan yang pertama kalinya terjadi. Hampir di setiap rapat atau acara yang menyangkut nasib rakyat tidak pernah 100 persen dihadiri anggota dewan. Dengan berbagai alasan para anggota dewan ini menghindar untuk ikut dalam berbagai rapat di DPR.
Makin malasnya anggota dewan mengikuti rapat-rapat di DPR bukan lagi sebagai penyakit laten lima tahunan menjelang Pemilu, tapi sudah menjadi kelakuan. Sudah berkali-kali dikritik, mereka malah makin rajin membolos. Anggota dewan yang sering membolos rapat-rapat komisi dan paripurna itu sudah tidak memiliki rasa tanggung jawab. Secara politik mereka juga tidak memiliki rasa malu.
Pemilu untuk memilih anggota dewan (legislatif) akan digelar pada 9 April 2014. Terkait dengan pemilu legislatif, seluruh elemen masyarakat diminta untuk berfikir bijak dan cerdas dalam memilih anggota dewan nanti. Masyarakat jangan lagi memilih anggota dewan pemalas yang maju kembali sebagai calon legislatif di Pemilu 2014. Hal ini penting sebagai hukuman buruknya kinerja anggota DPR periode 2009-2014.